Keselamatan manusia itu dalam menjaga lidahnya (perkataannya).

Kamis, 08 Januari 2015

:)

Diposting oleh Intan Rofika di 20.12 0 komentar

Said all I want from you Is to see you tomorrow
And every tomorrow Maybe you'll let me borrow, your heart


I know people make promises all the time
Then they turn right around and break them

Cause baby you're worth it


We keep getting older, the world keeps getting colder
I'd fly away on this pair of wings with you

Rabu, 19 Februari 2014

Iseng tentang Commuter

Diposting oleh Intan Rofika di 23.19 0 komentar
Oke, udah hampir sebulan gak menampakkan tulisan di blog ini. Hari ini mencoba iseng-iseng di kantor buat nulis ini. Sebenernya udah mau nulis mengenai ini dari beberapa waktu lalu. Cuma rasa males yang hinggap itu mengelahkan keinginan untuk menulis. Hehheee
Ini cerita mengenai ANGKER  kepanjangan dari anak kereta (entah sebenernya singkatan itu siapa yang buat). Yups ini pengalaman ku menggunkan kereta, sebenernya baru 7 bulan naik kereta, tapi pengalamanya sudah luar biasa dahsyatnya.
7 bulan naik kereta emang masih termasuk orang yang awam dalam dunia perkerta apian. Secara masih banyak orang yang menggunakan kereta dari bertahun-tahun ada sampai yang sudah 15 tahun menggunakan kereta untuk transportasi.
Sekarang Tiket nya pake ini
Pas awal- awal pake Commuter (sebutan kereta sekarang) ongkos yang dikeluarkan sekali perjalanan 8 ribu tapi sekarang Cuma 3 ribu rupiah. Lumayan banget nge-save 5 ribu setiap kali perjalanan. bayangin aja jarak yang ditempuh dari stasiun Universitas Pancasila sampai Stasiun Gondangdia cuma pake 3 ribu doang (termasuk murah coy). Dulu naek commuter Cuma pake karcis dari kertas. Kalo sekarang lebih canggih. Tinggal tap bisa jalan. kereta saat ini gak tutup mata banyak kelebihan dan kekurangannya sih.
Tapi, Dunia perkeratapian memang termasuk golongan dunia yang kejam. Gimana gak kejam, mau masuk aja susah.. nanti buat keluar dari gerbong juga susah. Bahkan gak jarang pada berantem Cuma gara” berebut keluar kereta (ada yang adu jotos juga loh).
Di dalem kereta itu udah kaya di uji mental kesabarannya. Kalo gak sabar ya hasilnya ngomel-ngomel sama orang lain. Kadang juga ada orang yang marah kalo disenggol (kalo gak mau disenggol jangan naek kereta).hahhaha
di dalam kereta juga bermacam-macam sifat orang. ada yang sifatnya penolong (selalu menolong ex naroin tas diatas, ngasih jalan buat yang mau naek dan keluar) ada yang sifatnya egois (selalu mau menang sendiri ex: masang badan didepan pintu, gak mau geser pas ada yang mau turun)
Istilah “yang kecil selalu ditindas” berlaku di kereta. Ya iyalah orang yang badannya kecil suka kena sikut dan kena hantam sama badan yang besar.
Dorong-dorongan dalem kereta itu hal yang wajar bagi penggunannya (kalo gak dorong gak akan masuk-masuk). Kalo pagi aja penulis selalu ngedorong supaya masuk ke dalem kereta. Hehehehe
Rute Kereta Jabodetabek
Tapi mau gimana lagi, selain harga yang murah kereta api merupakan alat transportasi yang cukup cepat untuk sampai ketujuan (dari pada macet-macetan naek mobil atau motor).

Minggu, 19 Januari 2014

Sabar

Diposting oleh Intan Rofika di 04.50 0 komentar
Minggu malam, tepat tanggal 19 Januari 2014 aku tiba-tiba ingin menulis mengenai “SABAR”. Kata sabar sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Tapi apa sih makna sabar itu? sabar dalam kamus bahasa Indonesia memiliki arti tidak mengeluh atau marah atas segala musibah yang menimpanya, juga bisa berarti tenang dan telaten.

Dalam Al-Quran sendiri Banyak ayat yang menerangkan mengenai sabar. Sabar dan sholat merupakan penolong kita dalam kehidupan. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 153 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan Shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Maka peran sabar sangat membantu dalam kehidupan, contohnya saja seseorang yang sedang dalam antrian pembelian tiket. Ketika ia tidak sabar dan langsung menyerobot antrian pasti orang lain akan marah dan memusuhinya. Coba misalkan ia sabar menunggu antrian dengan baik, pasti tidak ada yang memusuhinya.

Hidup itu indah apabila ada kesabaran dalam diri setiap individu. Seandainya dalam kehidupan tidak ada kesabaran hidup akan menjadi kacau balau. *kayanya penulis udah nyeramahin banget ni.. hehheeeheh

Tulisan ini juga merupakan intropeksi untuk diri sendiri, dimana aku masih sering tidak sabar dalam menghadapi segala sesuatu. Jadi inget juga pelajaran dulu pas masih dipesantren. Dalam pribahasa Arab juga disebutkan “Barang siapa yang bersabar pasti akan beruntung”. Insyaallah ketika kita bersabar aka nada kebaikan yang mengikuti kita.


Wkekekke..udahan dulu ah sok jadi guru nya..semoga tulisan ini ada manfaat bagi yang membacanya. Amiin 

Yang Lemah Selalu Kalah

Diposting oleh Intan Rofika di 01.22 0 komentar

oke, udah lama banget gak nyambangin ini blog. Mungin kalo ini lantai udah di lumutin karna gak pernah di jamah ama pemiliknya. Hehheee

kali ini gue mau ngebahas sedikit mengenai film yang abis gue tonton ni. Film ini judulnya “Miracle In Cell No 7”. Film yang mengisahkan seorang ayah yang sedikit keterbelakangan mental dengan anak perempuannya yang bernama “yesung”.

Kisah ini bermula dari kesenangan yesung dengan sailormon (sebenernya gue juga suka banget ama sailormon). Sampai suatu saat sang ayah dan yesung melihat tas yang dijual ditoko dengan gambar sailormon. Yesung sangat menginginkan tas tersebut. Tapi apa daya uang yang mereka punya masih kurang untuk membelinya, alhasil tas tersebut di beli oleh seorang anak kepala kepolisian. Ayah Yesung mendekati anak yang membeli tas yang diinginkan yesung dan berkata “tas itu milik yesung, dan yesung sudah menginginkannya sejak lama”. Tapi apa daya, ayah yesung malah di pukul oleh ayah anak yang membeli tas sailormon tadi.

Singkat cerita, alhasil tas itu tidak bisa yesung dapatkan. Tetapi sang ayah berjanji ketika sudah mendapatkan gaji akan membelikan yesung tas sailormon yang diinginkannya. Keesokan harinya ayah yesung pergi bekerja di minimarket sebagai tukang parkir. Anak yang membeli tas sailormon itu mendatangi ayah yesung dan memberi tahu bahwa ada toko lain yang menjual tas seperti yang ia beli kemarin.

Saat perjalanan menuju toko tersebut terjadi kecelakaan. Anak yang membeli tas itu terjatuh dan menyebabkan kepala nya terbentur jalanan dan akhirnya pendarahan, tapi karna ayah yesung keterbelakangan mental maka ia hanya mencoba menolongnya dengan memberikan nafas buatan. Sampai ada seorang ibu yang melihat kejadian itu dan menyangka bahwa anak itu telah diperkosa dan dibunuh oleh ayah yesung.

Akhirnya polisi menangkap ayah yesung dengan tuduhan telah memperkosa dan membunuh anak di bawah umur. Selagi ayahnya di periksa di kantor polisi, yesung hanya menunggu ayah nya tanpa kepastian. Sampai keesokan paginya yesung mencari ayahnya ke luar rumah. Saat mencari ayahnya tadi, yesung melihat ada keramaian. Ia mencari tahu itu keramaian mengenai apa. Dan ternyata disana ada ayah nya yang sedang rekonstruksi kejadian kemarin.

Ayah yesung akhirnya dimasukkan ke dalam penjara dan yesung harus tinggal dipanti asuhan. Di penjara ayah yesung Bertemu dengan napi napi yang lain. Awalnya napi-napi tersebut memperlakukan ayah yesung dengan tidak baik. Sampai suatu saat ayah yesung berbuat baik dengan meyelamatkan nyawa napi yang tinggal satu sel dengannya. Karena ingin berterimakasih dengan ayah yesung maka ia menayakan apa yang ia inginkan. Dan ayah yesung menjawab “yesung”.

Dan akhirnya napi tadi membantu dengan membawa yesung ke dalam sel. Singkat cerita, ayah yesung ternyata sudah di intimidasi oleh polisi disana dengan meyuruh membuat pernyataan palsu dan mengancam jika ayah yesung tidak mau melakukannya, maka ia tidak akan bertemu dengan yesung.

Sampai pada suatu saat teman-teman napi nya menanyakan kejadian yang sebenarnya terjadi waktu itu, sampai ia terkena kasus ini. Akhirnya teman-teman satu sel mengetahui bahwa ayah yesung tidak bersalah dan ia hanya terkena tuduhan palsu.

Beberapa hari setelah persidangan, ayah yesung dijatuhi hukuman mati. Padahal ia tak bersalah, tapi harus mendapat hukuman yang seharusnya tidak ia dapatkan. Bahkan ia di pukuli oleh ayah dari anak yang meninggal dengan seenaknya karna ia memiliki kedudukan sebagai kepala kepolisian.

Gue miris abis nonton film ini, lantaran setiap orang yang memiliki kedudukan memperlakuakan orang lain dengan seenaknya tanpa mengetahui hal yang sebenarnya. Sama banget kaya di kehidupan real saat ini. Yang punya uang selalu bisa semena-mena tanpa memikirkan orang lain. Hidup itu terlalu kejam buat orang-orang yang kekurangan.

Kenapa harus ada orang jahat kalo bisa jadi orang baik?

Kadang gue bingung apa mereka yang berlaku jahat sadar bahwa kelaluannya itu salah?

Yaps inilah kehidupan. Ada sisi hitam dan ada sisi putih supaya hidup seimbang (mungkin)
Wkwkwkwkk kayanya bahasan gue mulai ngaco ni..udah dulu ah buat kali ini. Pesan gue Cuma “BERBUAT BAIKLAH SELAGI KITA MASIH BISA MELAKUKANNYA, BERBUAT BAIK ITU INDAH




Senin, 29 April 2013

Terminology Dalam Perang Urat Syaraf

Diposting oleh Intan Rofika di 08.13 0 komentar
Masih terdapat perbedaan dan perdebatan yang sengit di antara para pakar dan penulis tentang psychological warfare (psy-war) terutama di Negara Barat. Perbedaan dan  perdebatan itu pasti didasari perbedaan keahlian, sudut pandang, pengalaman, penggunaannya, misinya dan lain-lainnya. Dengan sendirinya, perbedaan-perbedaan tersebut akan mengakibatkan perbedaan dalam ruang lingkup, pengertian serta penggunaanya dan misinya.

Berbicara tentang terminology yang biasa dipergunakan para penulis di bidang psychological warfare ada beberapa istilah yaitu: political walfare (perang politik), ideological warfare (perang ideologi), nerve warfare (perang saraf), propaganda warfare (perang propaganda), cold war (perang dingin), thought war (perang otak), war of ideas (perang ide), war of words (perang kata-kata), war of wits (perang kecerdasan), battle for men’s mind (perjuangan terhadap otak manusia), campaign of truth (kampanye kebenaran), indirect aggression (agresi tak langsung), international communication (komunikasi internasional), international information (informasi internasional), international propaganda (propaganda internasional).

Di Indonesia, tidak ada yang mempermasalahkan istilah “psychological warfare” yang dikenal sebagai perang urat syaraf. Hal ini tidak pernah diperdebatkan, karena istilah perang urat syaraf itu sudah cukup baik, cukup tepat, cukup menantang dan menarik untuk dipelajari sehingga di berbagai perguruan tinggi dan berbagai pendidikan di bidang kemiliteran tidak jarang diketemukan kurikulum propaganda dan perang urat syaraf. Istilah “psychological warfare” diterjemaahkan ke dalam Bahasa Indonesia, kelihatannya lebih dekat pengertiannya dengan perang kejiwaan.

Pada tahun 1958, dengan Peraturan Pemerintah No.34 dibentuk Badan Kordinasi Penerangan yang bertugas antara lain “mengadakan usaha-usaha antipropaganda dan perang urat syaraf baik secara defensive maupun offensive sesuai dengan garis kebijaksanaan Dewan Pertahanan Keamanan”. Muncullah istilah perang urat syaraf secara resmi pada waktu itu dan pada tugas-tugas lembaga lainnya kemudian tidak pernah mengundang perdebatan para ahli dan penulis sampai sekarang ini. Kemudian Keputusan Presiden Panglima Tinggi No.2 /KOTI/ 1964 mengangkat Menteri Penerangan sebagai anggota Operasi Tertinggi dengan tugas “menguasai dan mengkoordinir segala aktivitas dibidang penerangan pembinaan mental dan psywar”. Dari dua data dokumen tersebut di atas, telah muncul secara resmi istilah perang urat syaraf dan psywar sebagai tugas yang harus diemban lembaga resmi di Indonesia.

Muray Dyer mengusulkan istilah “Political Communications” sebagai istilah yang lebih tepat dan cocok dibahas secara akademik, karena menurut Muray Dyer, terdapat “inadequacy” atau ketidakselarasan di dalam istilah psyyhological warfare akan menemui kesulitan di dalam pemakaiannya apabila dihubungkan dengan masa damai. Istilah tersebut juga akan menemui kesulitan apabila ditujukan kepada Negara yang netral.

Muray menambahkan, bahwa istilah psychological warfare itu selalu menimbulkan arti tambahan yang tidak baik yang tentunya bersumber dari kata warfare sendiri yang berarti perang. Kenapa Muray mengharapkan menggunakan istilah Political Communication? Jawabnnya adalah “Agar timbul tendes-tendes suatu kesadaran rakyat dari bangsa lain untuk menerima “way of life” dari bangsa kita sendiri, membenarkan tujuan-tujuan dan cita-cita bangsa kita sendiri, atau setidaknya mengharapkan dan menginginkan dari mereka suatu relevant political actions yaitu suatu gerakan politik yang sejajar dan sehubungan. 

Sedangkan Lasswell lebih senang menggunakan istilah Political Warfare karena menurut dia, istilah psychological warfare jauh lebih sempit dari istilah political warfare. Baik dalam metode operasinya maupun di dalam peralatan yang dipakainya (media) termasuk perbedaan di dalam tujuannya. Lasswell dengan tegas membedakan kalimat-kalimat sebagai berikut:
“Psychological warfare a new name for an old idea uses mass communication to destroy the enemys will to resist. Political warfare covers more than use of mass communications. It use the means communication in order to destroy the enemys will to fight”.

Lasswell mengemukakan bahwa di dalam psychological warfare menggunakan media massa dengan maksud untuk menghancurkan semangat bertahan daripada lawan. Sedangkan political warfare menurut Lasswell jauh lebih luas dari pengertian di atas, karena disamping media massa juga media lain turut dipakai dengan maksud untuk menghancurkan semangat bertempur dari lawan itu.

Contoh dari political warfare yaitu bukan hanya menyangkut kata-kata yang diucapkan atau tertulis atau hanya berupa gambar saja atau surat selembaran. Ada yang lebih luas daripada itu yaitu berupa tindakan dan senjata yang ditujukan kepada fisik dan harta benda manusia. Bisa dilihat seperti kasus berikut: tindakan pembunuhan assassination atau penghancuran dam dan lain-lain. Bila dilihat dari sudut pandang komunikasi, jelas disitu tidak terkandung unsur-unsur dalam proses komunikasi. Akan tetapi bila dilihat dari sudut politik, hal ini seringkali dilakukan untuk mempengaruhi pendirian politik, misalnya di AS semua pimpinan yang membela hak Negro selalu mati terbunuh.

Di dalam pembunuhan itu sendiri tidak terjadi suatu proses komunikasi, yaitu berupa pengoperasian lambang-lambang yang berarti dengan kelengkapan unsure-unsur yang memungkinkan proses komunikasi itu bisa berjalan yaitu sumber, pesan, media dan audiens. Tetapi pembunuhan itu digambarkan di atas sebenarnya dapat diartikan membawa pesan bagi orang lain yaitu “Jangan membela hak-hak Negro kalau kamu tidak ingin dibunuh seperti itu”. Pesan tersebut tidak di terang diucapkan tapi, pesan itu sampai dan dimengerti oleh orang lain.

Lain halnya dengan istilah propaganda yang sudah popular di Indonesia sehingga rakyat biasa pun seolah-olah mengerti, namun selalu dikaitkan dengan pengertian negatif seperti kebohongan, pemutarbalikan fakta dan lain-lain. Tugas propaganda sekarang sering dipakai dalam bidang politik terutama yaitu menyebarluaskan ajaran-ajaran politik, berbeda bila dibandingkan pada jaman dulu yang mempunyai arti bahwa propagare yaitu menyebarkan, menaburkan, membibitkan yang sering digunakan dalam ilmu biologi.

Dalam sejarah Republik Indonesia, kata propaganda itu sangat menarik perhatian, karena pada tanggal 19 Agustus 1945 dimana pada waktu itu dibentuk 12 kementrian di Negara Republik Indonesia yang baru saja diproklamirkan salah satunya Kementrian Penerangan, Pemuda, Propaganda dan lain-lain. Dan mengapa tugas propaganda di masukan kedalam tugas mentri penerangan?

Contoh kasus selama Perang Dunia ke II, Adolf Hitler dibantu oleh Joseph Goebels dengan penuh keyakinan telah menggunakan propaganda sebagai “alat penggerak rakyat” untuk membangkitkan kembali semangat bangsanya yang kalah pada PD I. Kemudian digunakanlah propaganda sebagai “alat pemupuk” kekuatan untuk mencapai puncak kekuasaan di negaranya. Selain itu juga, propaganda dipergunakan sebagai “alat menggunakan kekuasaan”, dengan mengobarkan dan menggerakan rakyat dan tentara Jerman untuk mewujudkan idealisme. Penggunaan propaganda secara sistematik dan berencana yang dilakukakn oleh Hitler dan Goebels serta jago-jago bicara pada waktu sebelum dan selama PD II yang lalu, sudah sedikit memberi inspirasi pada pembentukan Kementrian Penerangan, Pemuda dan Propaganda.

Dari penjelasan tersebut, terlihat bahwa propaganda dipakai sebagai alatpenggerak atau menggerakan rakyat, menggerakan pemuda dan untuk ikut serta berjuang mempertahankan kemerdekaan yang baru saja diproklamasikan. Kata-kata terucapkan atau spoken words sangat besar pengaruhnya untuk mengobarkan perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan pada revolusi fisik.

Minggu, 28 April 2013

Tentang Dia II

Diposting oleh Intan Rofika di 08.55 0 komentar
*Sambungan

Di bab 3 ku aku harus melakukan berkali-kali revisi, karena tulisan dosen pembimbing yang agak sulit dibaca, aku harus mencari teman yang dapat membantuku untuk membacakan catatan-catatan yang dosen pembimbing buat. Setelah berkali-kali revisi akhirnya di acc juga bab 3 ku dan itu sudah di akhir desember. Yaa desember itu waktunya ngedraf, teman-temanku banyak yang bilang kalo ngedraf bole hanya sampai bab 3 saja, karena dengar kabar tersebut aku agak senang tp sambil ku kerjakan bab 4 dan bab 5ku.

Taadaaa sampai juga di akhir Desember dan waktunya untuk ngedraf, karena aku belum selesai, aku harus membuat surat pengunduran tanggal ngedraf. Tapi beberapa hari sebelum tanggal pengunduran itu tiba, dosen pembimbingku menyuruhku untuk mengedraf, katanya agar didata dulu oleh jurusan. Dan akhirnya akupun ngedraf dengan membuat 2 rangkap skripsiku yang bab 4 dan bab 5 nya belum di koreksi oleh dosen pembimbing.

Setelah mengedraf, bab 4 dan bab 5 ku harus di revisi. Merevisinyapun tidak mudah karena harus membaca tulisan dosen pembimbing yang amat sangat rumit dibaca. Dari kata pengantar sampai daftar riwayat hidup harus ku perbaiki, karena masih banyak kkesalahan pengetikan.

Setelah beberapa kali melakukan revisi bab 4 dan 5 akhirnya aku disuruh melakukan penggandaan. Yups, betapa senangnya aku. Aku berfikir perjuangannku untuk meraih gelar sarjana tinggal sedikit lagi…

Skripsi Untuk Sidang

Setelah perjuangan yang menurut ku sangat berlika liku ini akhirnya membuahkan hasil di tanggal 9 Februari 2013 aku mendapatkan jadwal untuk sidang. Waktu itu aku sebelum sidang dimulai dosen menggunakan pengundian untuk menentukan keberapa kita maju. Dan aku mendapatkan kesempatan ke 6 (terakhir) untuk maju sidang ditanggal 9 itu.

Setelah kira kira 45 menit aku mengahadapi sidang skripsi, akhirnya tak begitu lama waktu pengumuman hasil sidang, dan akhirnyaa Alhamdulillah aku Lulus sidang. Betapa bahagia nya aku setelah perjuangan yang aku lewati untuk menghadapi skripsi ini.
 
saat pengumuman dan setelah pengumuman sidang skripsi
 Setelah pengumuman hasil sidang masih belum sah diriku untuk mendapatkan gelar sarjana ilmu komunikasi ketika belum diwisuda. Waktu wisuda harus menunggu sebulan setelah aku sidang. Yaitu tanggal 31 Maret 2013. Dan tadaaaa waktunya wisuda datang dan aku telah sah mendapat gelar sarjana ilmu komunikasi dan berubah nama menjadi Intan Rofika Sari S.Ikom
Foto Bersama Umi Abi 


Minggu, 20 Januari 2013

Tentang Dia

Diposting oleh Intan Rofika di 09.05 0 komentar

Ini cerita mengenai perjalanan skripsiku. Perjalanan yang menurutku tidak mudah, dan penuh dengan tekanan. Hampir semua mahasiswa akan bertemu dengan dia, ya dia SKRIPSI! tugas akhir yang tak kadang membuat stress sang penulisnya.

Semester 7 yang sangat penuh perjuangan, selain mengambil skripsi akupun masih mengambil beberapa matakuliah. Awalnya skripsi ini kujalani dengan setengah hati, karena aku masih bimbang antara mengambil ini di semester 7 atau semester 8. Tapi karena dorongan dan semangat teman-teman sekitarku, maka aku memberanikan diri untuk mengambilnya di semester7.

Bulan September 2012 merupakan awal perkuliahan di semester 7 dan awal permulaan skripsiku. Ya ini merupakan awal perjuangan dan tekanan dimulai. Di minggu ke dua perkuliahan kami (aku dan teman-teman yg mengambil skripsi) di kumpulkan dan diberi arahan mengenai tata cara mengambil skripsi dan pengumuman dosen pembimbing.

Di semester ini, akupun mengangambil matakuliah seminar. Yaps betul aku menggabungkan matakuliah seminar dengan skripsi. karena aku menggabungkannya, aku diwajibkan melapor kejurusan agar dosen pembimbing seminar dan skripsiku satu dosen. Alasannya agar mempermudah kita menjalani ini semua.

Oke, minggu-minggu awal bimbingan lancar-lancar, judul serta bab 1 dan bab 2 perjalannya mulus, walaupun harus beberapa kali revisi. Bertepatan ultahku tanggal 25 September aku baru menghubungi media dan akupun syock setelah menghubungi media. Media itu sedang tidak menerima mengenai bahan penelitian yang aku gunakan. Cepat saja aku langsung menghubungi temanku yang bekerja disana dan menceritakan semua yang terjadi. Setelah mendengar ceritaku,temanku pun kaget serta menyuruhku tenang.

Aku merasa sedih mendengar hal tersebut, karena aku sudah masuk bab 3 dan sudah menyerahkan bab 3 ke dosen pembimbing. Semua teman serta kekasihku (asoy bahasanya) memberi semangat dan motivasiku agar aku bisa tetap semangat dan memperjuangkan judul yang lama. Awal bulan November, aku mencoba datang langsung ke media tersebut dan menyerahkan surat izin dari kampus untuk melakukan penelitian. Beberapa minggu kemudian, aku mendengar kalo media itu benar-benar tidak memperbolehkan menggunakan bahan penelitian itu dan mengarahkanku untuk melakukan penelitian mengenai “teks berita”.

saat itu aku sangat kepikiran

Beberapa orang teman, kekasih serta dosen pembimbingku menyarankan untuk terus melobbi media tersebut agar memperbolehkan aku menggunakan bahan penelitian itu. tapi setelah meminta pertolongan beberapa teman mereka bilang “agak sulit” yups, itu bikin perasaanku kacau balau. Desember sudah harus ngedraf dan saat itu bulan November, aku berfikir apa yang bisa aku lakukan dalam waktu sebulan.

Niat ku yang awalnya hanya coba-coba skripsi di semester ini berubah. Aku mulai menekatkan harus selesai semester ini, dan tidak ingin mengecewakan orang-orang disekelilingku. Dan aku langsung mencoba membuat judul baru dengan bantuan beberapa senior serta teman-teman. Setelah tak begitu lama berdiskusi dengan mereka, aku mendapatkan judul baru dan mulai bekerja cepat dengan langsung membuat LBM agar bisa cepat diajukan ke dosen pembimbing.

Syukur Alhamdulillah, awal presentasi judul dosen pembimbing langsung menyuruhku untuk membuat BAB 1, karena aku sudah menyiapkannya langsung saja aku print dan aku serahkan. Bersyukurnya lagi bab 1 ku itu langsung di acc dan langsung disuruh meneruskan ke bab 2.

Bab 2 dengan judul baru agak membuatku kelimpungan dengan mencari buku-buku rujukan, aku harus keperpus hampir setiap hari dan “sendirian” karena teman-temanku sudah selesai di bab 2. Tapi gak papa, aku jalani ini semua karena aku yakin aku bisa. Dan aku yakin usaha pasti sampai. Setelah mengecek buku-buku bersama dosen pembimbing, akhirnya aku disuruh melakukan beberapa kali revisi. Revisi itu aku lakukan dengan cepat, agar bisa cepat dibaca dan dikoreksi dosen  pembimbingku. Bab 2 berjalan dan dilajutkan dengan bab 3.

Selama perjalanan membuat bab 3, akupun menyiapkan surat izin dari kampus untuk media dengan judul skripsi baru. Setelah surat selesai dibuat oleh kampus cepat saja aku langsung ke media untuk menyerahkan surat itu. Ada pengalaman juga disaat aku ingin menyampaikan surat itu. aku kesana diantar kekasihku. Pulang dari media, aku mengalami kecelakaan yakni terjatuh dari motor. Kecelakaan itu membuat dia luka-luka dan aku memar-memar. Pengalaman itu sedikit membuatku trauma dan sedikit takut ketika naik motor apalagi saat ditikungan.

*bersambung :D

Jumat, 10 Februari 2012

TAKDIR

Diposting oleh Intan Rofika di 18.33 0 komentar

Setiap sesuatu yang bernyawa memiliki takdirnya masing-masing dan tidak ada yang mengetahui takdir itu kecuali Allah Swt. Dalam bahasa Arab takdir berasal dari kata taqdiran yang berarti ketentuan. Ketentuan yang sudah Allah atur sebagaimana mestinya dan tidak ada seorangpun yang dapat mengubah takdir tersebut kecuali Allah. Takdir sendiri bisa diubah oleh Allah melalui doa dan Usaha seseorang. Takdir tiap makhluk berbeda-beda dan sudah dituliskan dalam kitab lauhul mahfuzh yakni kitab yang menuliskan jalan kehidupan seseorang mulai dari lahir sampai kematiannya
Dalam sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim dijelaskan bahwa Allah sudah menggariskan jalan hidup seseorang sejak ia masih dalam kandungan ibunya. “ketika seseorang berada dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah, 40 hari menjadi segumpal darah, 40 hari menjadi segumpal daging. Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh kedalamnya dan menuliskan empat ketentuan tentang rezekinya, ajalnya, amal perbuatannya dan jalan hidupannya.”
Dalam menuliskan takdir seseorang Allah telah menetapkan ukuran dengan serapih-rapihnya seperti tertera dalam al-quran surat Al-furqaan ayat 2 yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagiNya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya”
Sudah selayaknya kita semua sebagai hamba Allah menjalani takdir dengan seikhlas-ikhlasnya dan selalu memanjatkan doa serta usaha agar takdir kita bisa jauh lebih baik lagi.

Sabtu, 04 Februari 2012

SURGA

Diposting oleh Intan Rofika di 00.20 0 komentar

Surga,siapa yang tak pernah mendengar kata surga. Sudah pasti semua orang sering mendengar kata surga, mulai dari anak kecil sampai orang dewasa sudah pasti pernah mendengar kata surga. Dan tiap-tiap yang bernyawa pasti ingin masuk kedalamnya.
Surga merupakan hadiah yang Tuhan berikan kepada setiap hambanya yang mengerjakan semua perintahnya dan menjauhi semua larangannya. Surga sendiri memiliki tingkatannya masing- masing mulai dari surga firdaus, surga adn, surga na”iim, surga ma’wa, surga Darussalam, surga darrul muqoomah, surga maqoomul amiin, dan surga khuldi.
Dalam al-quran surat al-baqoroh ayat 25 dijelaskan “Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya”
Begitulah penggambaran surga di salah satu ayat al-quran. Surga merupakan tempat yang penuh akan nikmat yang tidak pernah kita jumpai saat didunia. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang akan masuk kedalamnya.

Kamis, 22 Desember 2011

Satu Kata Yang Sangat Bermakna

Diposting oleh Intan Rofika di 06.32 0 komentar
Ibu, Satu kata yang sangat bermakna. Seseorang yang sangat berarti bagi hidup setiap insan dimuka bumi. Ibu, ia merupakan sosok yang sangat berjasa bagi kehidupan. Tanpa seorang ibu kita tak mungkin ada didunia ini.Ibu merupakan seseorang yang harus kita mulyakan Karena surga seseorang ada pada telapak kaki ibu nya sebagaimana Rosulullah saw bersabda, “bersungguh-sungguhlah dalam berbakti kepada ibumu, karena sesungguhnya surga itu berada dibawas kedua kakinya.” (HR. Imam Nasa’I dan Thabrani Sanad Hasan).Pengorbanan seorang ibu sangat lah besar, ia membawa-bawa kita selama Sembilan bulan didalam rahinnya, melahirkan dengan penuh perjuangan dan membesarkan kita sampai sekarang. Oleh karena itu sudah selayaknyalah kita harus berbakti pada ibu kita.
I LOVE YOU MOM :*

Rabu, 21 Desember 2011

what is love?

Diposting oleh Intan Rofika di 07.35 0 komentar

Menurut Wikipedia, cinta dalam konteks filosofi merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.
Berarti dapat ditarik kesimpulan dari pengertian cinta diatas, Bahwa cinta itu merupakan perasaan kasih sayang antar objek yang bisa ditunjukkan dengan cara memberi empati, perhatian maupun pengorbanan pada suatu objek.
Ketika cara-cara itu sudah tidak dilakukan lagi apakah masih bisa disebut cinta atau kasih sayang ?

Minggu, 11 Desember 2011

Fenomena runtuhnya jembatan

Diposting oleh Intan Rofika di 04.18 0 komentar
Runtuhnya jembatan ini mungkin dikarenakan banyaknya bahan bangunan yang tidak sesuai dengan standard yang seharusnya digunakan. Bayangkan saja apabila saat runtuhnya nya jembatan-jembatan itu jembatan itu sedang dalam keadaan padat pengguna. Berapa banyak lagi jumlah korban yang akan terkena pada kejadian itu.
Dengan banyaknya jembatan yang runtuh ini, sebenarnya siapa yang harus disalahkan? Pihak dinas pekerjaan umum atau kontraktor yang mengerjakan jembatan itu? Atau malahkeduanya?

Kita sebaiknya lebih peka lagi terhadap fenomena ini dan harus lebih mengkritisi lagi ataskejadian ini. Ditakutkan suatu saat nanty akan lebih banyak lagi jembatan yang runtuh apabila kita tidak mengkritisi hal ini.
Pemerintah sebaiknya juga cepat turun tangan dalam kejadian ini. Agar nantinya runtuhnya jembatan tak akan terulang lagi dinegara yang kita cintai ini.

Sabtu, 10 Desember 2011

cara menulis berita hukum

Diposting oleh Intan Rofika di 05.08 0 komentar
BERITA HUKUM DAN PERADILAN


Berita pengadilan merupakan berita yang meliputi masalah hukum, pengadilan, penegak hukum, undang-undang peradilan, dan sebagainya.

Sedangkan Masalah hukum itu meliputi hukum perdata, pidana, tata negara, adat, dan agama.

Sumber berita peradilan bisa dari Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, Pengadilan Militer, Pengadilan Agama

Dalam Penulisan berita sidang pengadilan harus memperhatikan
1. Utmost Accuracy yaitu Reporter berita sidang pengadilanharus menyusun beritanya berdasarkan ketepatan yang tinggi
2. Priviliged Matte yaitu Reporter harus yakin bahwa bahanberita itu adalah bahan berita yangmemang patut diberitakan

Bahan berita yang patut diberitakan antara lain:
1. Barang bukti, kecuali yang dinyatakan rahasia oleh pengadilan
2. Pandangan dan pernyataan hakim, kecuali jika penggunaannya dinyatakan terlarang
3. Pernyataan-pernyataan jaksa/penuntut umum, pembela/pengacara, saksi, dan terdakwa
4. Fakta-fakta yang terungkap di persidangan.

Maka Itu sebabnya dalam melakukan penulisan berita hukum dikenal istilahPRESUMPTION OF INNOCENCE yaitu asas pradugatidak bersalah, wartawan tidak boleh menghakimi seseorang sampai orang tersebut dinyatakan bersalah oleh pengadilan.

Kemudian wartawan harusmemperhatikan asas FAIRNESS (jujur), COVER BOTH SIDES (adil, tidak memihak),dan tidak boleh melakukan TRIAL BY THE PRESS (pengadilan oleh wartawan).


 

Sampaikanlah Walau Satu Ayat Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea